Lieus Sungkharisma : Karangan Bunga di Kejaksaan Melawan Alvin Lim, Tindakan Mobilisasi Dukungan Bodoh

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 23:29 WIB
Lieus Sungkharisma
Lieus Sungkharisma

 

Jakarta, Antimetri - Maraknya pemasangan karangan bunga di depan Kantor Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri di sejumlah daerah yang berisi dukungan terhadap Jaksa Agung untuk menangkap advokat Alvin Lim yang dianggap telah merendahkan marwah korps Adhiyaksa, menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Tak sedikit pihak menilai pemasangan karangan bunga itu sebagai wujud arogansi aparat kejaksaan yang anti kritik dan merasa paling benar. Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma bahkan menengarai pemasangan karangan bunga itu bukan suatu tindakan yang spontan, tapi digerakkan atas perintah.

“Itu jelas mobilisasi dukungan yang bodoh dan sangat kehilangan akal sehat,” ujar Lieus.

Ditambahkan Lieus, selain karangan-karangan bunga itu tak jelas alamat pengirimnya, juga merupakan wujud penghambur-hamburan uang secara mubazir. “Mending uang untuk buat karangan bunga itu disumbangkan ke anak yatim atau panti asuhan.Lebih manfaat,” ujarnya.

Seharusnya, tambah Lieus, kalau pihak kejaksaan merasa apa yang dinyatakan Alvin Lim dalam video yang diunggahnya di youtube itu tak berdasar dan cenderung fitnah, ya gunakan hak jawab atau tuntut dia untuk membuktikan dengan data dan fakta. “Jika dia tidak bisa membuktikan, seret dia ke pengadilan dan jatuhi tuntutan hukum seberat-seratnya,” ujar Lieus.

Jadi, ujar Lieus lagi, bukan malah seperti sekarang ini. “Para jaksa itu merasa tersinggung, merasa direndahkan martabatnya lalu memobilisasi dukungan dengan cara-cara yang sama sekali tidak sehat bagi demokrasi dan penegakan hukum,” katanya.

“Jika kejaksaan tidak merasa sebagai sarang mafia yang tuntut Alvin untuk membuktikan ucapannya itu. Tapi kalau ternyata Alvin bisa membuktikan apa yang diucapkannya, tentu harus ada konsekuensi yang harus ditanggung kejaksaan. Misalnya Jaksa Agung dan para pejabat kejaksaan harus mundur atau sejumlah jaksa yang nakal harus dipenjarakan,” kata Lieus.

Lieus melanjutkan, cara-cara memobilisasi dukungan sebagaimana yang dilakukan aparat kejaksaan dalam kasus Alvin Lim ini sesungguhnya bukan soal baru. Tahun 2017 juga pernah terjadi ketika Ahok dan Djarot menjabat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. “Sampai- sampai jalan raya di depan balaikota Jakarta ketika itu nampak kotor karena dipenuhi ribuan karangan bunga yang tak jelas identitas pembuatnya,” ujar Lieus

Halaman:

Editor: Edy Susanto

Tags

Terkini

Sekjen MUI : Ukhuwah Itu Wajib, Bukan Pilihan

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:51 WIB

Maluku Utara Nasibmu Kini dan di Masa Depan

Kamis, 26 Januari 2023 | 01:48 WIB

Sekjen MUI Ajak Semua Pihak Perkuat Kiprah LSP MUI

Sabtu, 21 Januari 2023 | 13:53 WIB
X