• Minggu, 4 Desember 2022

Risau Dengan Keadaan Sekarang, Lieus Sungkharisma Meminta ini Kepada Tokoh-Tokoh Islam

- Jumat, 18 November 2022 | 05:01 WIB
Lieus Sungkharisma
Lieus Sungkharisma

Jakarta, Antimetri - Banyaknya peristiwa buruk yang terjadi akhir-akhir ini, yang dikait-kaitkan dengan praktik agama oleh sekelompok orang, mendorong tokoh Tionghoa yang juga aktivis Buddha, Lieus Sungkharisma ikut buka suara.

Menurut pendiri Gemabudhi (Generasi Muda Buddhis Indonesia) ini, kematian empat orang warga perumahan Citra Garden Kalideres misalnya, yang dikait-kaitkan dengan ritual agama tertentu, adalah contoh atas pengaitan kejadian buruk itu dengan agama.

“Bahkan lebih parah lagi, ada yang mengaitkannya dengan ajaran Islam. Padahal yang mati itu empat warga Tionghoa, ketua RT-nya Tionghoa, tinggal di kompleks perumahan yang mayoritas penghuninya Tionghoa, tapi malah ada media yang mengait-ngaitkan peristiwa kematian akibat kelaparan itu dengan ibadah haji dalam ajaran Islam. Jelas opini seperti itu sangat tendensius dan telah membuat agama disandera dan dijadikan kambing hitam untuk suatu peristiwa buruk yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.

Risau melihat fenomena framing berita yang demikian, serta pembentukan opini yang menyesatkan seperti itulah Lieus Sungkharisma meminta kepada tokoh-tokoh Islam untuk lebih serius mengimplementasikan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad dalam kehidupan nyata.

“Bukan tanpa alasan kalau saya meminta hal ini pada tokoh-tokoh Islam. Sebab di Indonesia Islam itu adalah agama mayoritas. Jumlah umat Islam yang banyak di negeri ini pasti akan sangat berpengaruh besar terhadap pola pikir, prilaku dan tindakan warga bangsa ini, jika para pemimpin Islam secara bersama-sama dan kompak menerapkannya,” ujar Lieus.

Harus diingat, tambah Lieus, meski semua suku dan agama berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun umat Islam adalah yang paling significan perannya. "Karena apa? Karena pemeluk Islam adalah mayoritas di negeri ini," ujarnya.

Oleh karena itulah, kata Lieus, permintaannya agar tokoh-tokoh Islam lebih serius mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan nyata itu bukan tanpa dasar. “Sebab ada banyak peristiwa dan kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri yang mayoritas Islam ini, yang saya lihat justru bertentangan dengan ajaran Islam. Dan anehnya, para tokoh agama Islam itu tak bereaksi alias diam saja atas semua ketimpangan tersebut,” ujarnya.

Lieus kemudian mencontohkan tentang adanya kepala sekolah yang justru disalahkan ketika meminta siswinya menggunakan jilbab. Atau adanya orang-orang yang meminta-minta sumbangan di jalan untuk membangun masjid atau pesantren padahal di negara yang mayoritas Islam ini ada lembaga-lembaga yang mengatur zakat, infaq dan sodaqoh seperti Baznas.

Bahkan, tambah Lieus, ada banyak tokoh agama Islam yang diam saja ketika agamanya dihinakan atau ulamanya, atas nama pasal-pasal hukum, dikriminalisasi oleh seseorang atau sekelompok orang.

Halaman:

Editor: Edy Susanto

Tags

Terkini

X