• Minggu, 4 Desember 2022

Wakil Ketua DPRD Mendukung Pengkajian Ulang 107 Situs Sejarah di Kabupaten Bekasi

- Rabu, 23 November 2022 | 08:51 WIB
Gedung Juang 45 Bekasi
Gedung Juang 45 Bekasi


Bekasi, Antimetri - Seperti diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan mengkaji ulang sebanyak 107 situs objek yang memiliki nilai sejarah peradaban sebagai upaya tindak lanjut atas penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2017 lalu.

Atas hal tersebut Wakil Ketua DPRD Kab Bekasi, M Nuh mendukung penuh hal tersebut. Dimana dirinya menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk bisa lebih melengkapi data-data dan mengkaji kembali semua data-data dan informasi dari sekitar 107 objek situs sejarah yang ada di Bekasi.

"Tentu sebagai Wakil Rakyat di Bekasi saya mendukung segala kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian sejarah dan penelitian benda-benda atau situs bersejarah yang ada di kabupaten Bekasi," ujar Ustdz Nuh biasa beliau dipanggil.

Adalah Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bekasi Wahyudi di Cikarang, pada Senin menjelaskan kegiatan kajian ulang ini bertujuan untuk melengkapi sejumlah data yang diperlukan pada berbagai objek sejarah di Kabupaten Bekasi.

Tim Ahli Cagar Budaya menjadi pihak yang mengkaji ulang situs dari beragam bentuk ini.

"Maka itu tugas kami setelah dibentuk serta dilantik adalah mengkaji kembali data-data yang telah ada di dinas sebanyak 107 dalam bentuk bangunan, struktur, benda, serta situs," ujarnya.

Ia mengatakan 107 objek itu merupakan data yang dihimpun Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, hanya saja kebenaran data masih memerlukan penelitian lantaran hanya berasal dari pencatatan langsung maupun laporan dari warga.

"Maka dari itu, kami tinjau ulang. Itu kan data yang dilaporkan warga di situ di kampungnya ada cagar budaya tapi dari segi keilmuan belum bisa dibuktikan. Makanya ditinjau kembali," katanya.

Peninjauan ini berlangsung komprehensif berdasarkan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki para anggota Tim Ahli Cagar Budaya. "Seperti saya dari hukum, ada dari arkeolog, ada dari berbagai ilmu lain. Maka kami teliti berdasarkan disiplin ilmu yang kami miliki," katanya.

Halaman:

Editor: Edy Susanto

Tags

Terkini

X