Ijtima Sanawi (Annual Meeting) Dewan Pengawas Syariah (DPS)

- Jumat, 2 Desember 2022 | 14:38 WIB
Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Jakarta, Antimetri - Ijtima Sanawi (Annual Meeting) diselenggarakan secara luring (offline) di Hotel Mercure Jakarta Batavia dan secara daring (online) pada tanggal 1-2 Desember 2022, diikuti oleh sekitar 600 anggota DPS se-Indonesia, para praktisi keuangan dan bisnis syariah serta regulator (OJK, BI, LPS, Kementrian Keuangan), dan BAZNAS.

Ijtima sanawi DPS ke-18 ini mengambil tema “Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional”.

Salah satu kesimpulan penting kata Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir dan kondisi geo politik akibat perang Rusia dan Ukraina membawa pengaruh pada menurunnya daya tahan ekonomi secara global dan kenaikan harga komoditas termasuk negara Indonesia.

Untuk itu pada tahun 2022 ini pemerintah mengambil kebijakan upaya pemulihan ekonomi nasional secara bertahap melalui berbagai aktivitas antara lain pemulihan daya beli dan usaha serta diversifikasi ekonomi termasuk pengembangan kegiatan ekonomi, keuangan dan bisnis syariah.

Kesimpulan berikutnya kata Buya Amirsyah ada beberapa peran kontributif ekonomi, keuangan dan bisnis syariah pada saat pemulihan ekonomi pasca-pandemi, yaitu, pertama, peran pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi termasuk ekosistem ekonomi syariah yang meliputi lembaga keuangan yang bersifat komersial (seperti bank, pasar modal, investor global dan juga lembaga keuangan non bank).

Lembaga keuangan yang bersifat sosial (infak, sedekah, zakat, wakaf, dll), dan kegiatan usaha sektor riil termasuk pengembangan industri produk halal di Indonesia.

"Melalui peningkatan dukungan terhadap UMKM. Hal ini mengingat keuangan syariah dapat menawarkan berbagai fitur dan instrumen yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM, termasuk dengan mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan lembaga pendidikan keislaman lainnya," ujar Buya Amirsyah pada Jumat, (2/12/2022).

Ketiga, melalui peningkatan inklusi keuangan, baik melalui jalur konvensional maupun melalui penggunaan teknologi digital. Keempat, peningkatan inklusi keuangan melalui instrumen khusus pada keuangan social syariah seperti zakat, wakaf, infaq, dan sadaqah.

"Adanya dukungan instrumen keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi hijau (green economy) sebagai bagian dari prinsip pengembangan keuangan yang berkelanjutan (sustainable finance), dengan memfasilitasi dan menyalurkan modal untuk investasi hijau, dan juga antara lain melalui penerbitan instrument pasar modal syariah yang ramah lingkungan, seperti penerbitan green sukuk," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Edy Susanto

Tags

Terkini

Sekjen MUI : Ukhuwah Itu Wajib, Bukan Pilihan

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:51 WIB

Maluku Utara Nasibmu Kini dan di Masa Depan

Kamis, 26 Januari 2023 | 01:48 WIB

Sekjen MUI Ajak Semua Pihak Perkuat Kiprah LSP MUI

Sabtu, 21 Januari 2023 | 13:53 WIB
X